Pentingnya Teknik Pernapasan untuk Kelancaran Persalinan Pervaginam, Coba Latihan yuk Bun

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Persalinan, terutama persalinan dengan proses melalui pervaginam adalah momen nan sangat dinanti-nantikan, namun juga penuh tantangan. Salah satu langkah membantu mengatasi tantangan ini adalah dengan teknik pernapasan nan tepat.

Teknik pernapasan dalam mempunyai banyak manfaat, seperti membikin Bunda merasa lebih rileks, menurunkan dengap jantung dan tekanan darah, serta membantu mendapatkan lebih banyak oksigen dengan setiap napas.

Selama persalinan, teknik pernapasan nan baik dapat membikin Bunda merasa lebih terkendali dan bisa mengatasi rasa sakit kontraksi dengan lebih baik.


Mengapa teknik pernapasan dianggap penting?

Ketika resah namalain stres, biasanya kita mulai bernapas lebih cepat. Jika Bunda mulai panik, Bunda mungkin bakal mulai bernapas terlalu sigap (hiperventilasi namalain bernapas berlebihan). Hiperventilasi dapat membikin Bunda merasa seolah-olah tidak mendapatkan cukup oksigen, nan bakal memperburuk kecemasan.

Bunda juga mungkin bakal merasa pusing dan kehilangan kendali. Sensasi seperti kesemutan bisa muncul di jari-jari dan mungkin juga merasakan nyeri di dada.

Panik bernapas adalah reaksi umum terhadap situasi nan sangat menegangkan namalain menakutkan. Ini adalah perihal nan normal, tapi kemudian tubuh bakal menjadi lelah. Persalinan biasanya adalah proses nan cukup panjang, jadi mengendalikan pernapasan bakal membantu Bunda menghemat daya dan mengatasi persalinan dengan lebih baik.

Pola pernapasan terbaik untuk persalinan

Pola pernapasan nan terbaik untuk persalinan tergantung pada tahap persalinan nan sedang dialami:

1. Persalinan Awal

Selama tahap pra-persalinan dan fase laten, perihal nan paling krusial adalah mencoba bernapas dengan perlahan dan berirama. Ini membantu Bunda untuk rileks, membikin lebih mudah mengatasi kontraksi pertama.

Caranya: Saat kontraksi dimulai, tarik napas perlahan melalui hidung, biarkan udara masuk sedalam mungkin ke dalam paru-paru dan perut Bunda. Berhenti sejenak, silam hembuskan perlahan melalui mulut. Saat menghembuskan napas, coba rilekskan otot-otot Bunda.

2. Persalinan Lanjutan

Saat persalinan semakin maju, kontraksi bakal menjadi semakin kuat dan tidak nyaman. Pada titik ini, Bunda mungkin merasa terbantu dengan bernapas lebih sigap saat setiap kontraksi mencapai puncaknya.

Caranya: Hembuskan napas melalui mulut dengan cepat, sekitar satu kali per detik. Bunda juga bisa membikin bunyi "hee" saat menghembuskan napas. Saat bernapas, coba konsentrasi pada sesuatu di ruangan, seperti pasangan, gambar, namalain apalagi titik di dinding. Saat kontraksi mereda, kembalilah bernapas lebih lambat: masuk melalui hidung, dan keluar melalui mulut.

Latihan teknik pernapasan nan bisa Bunda coba

Berikut adalah beberapa latihan teknik pernapasan nan bisa Bunda praktikkan. Menurut Baby Centre, jika Bunda terbiasa dengan teknik ini, Bunda bisa lebih mudah menggunakannya saat persalinan:

1. Teknik "Relaks"

Pikirkan kata "relaks". Kata ini mempunyai dua suku kata, "re" dan "laks". Saat menarik napas, pikirkan "re" dalam hati, dan saat menghembuskan napas, pikirkan "laks". Coba fokuskan seluruh perhatian Bunda pada pengulangan kata "relaks" sesuai dengan ritme pernapasan Bunda. Jika pikiran Bunda mulai melayang, jangan khawatir, cukup bawa kembali perhatian Bunda ke kata tersebut dan pernapasan Bunda.

2. Pernapasan Berhitung

Saat menarik napas, hitung perlahan hingga empat, namalain nomor berapapun nan nyaman bagi Bunda. Saat menghembuskan napas, hitung hingga nomor nan sedikit lebih tinggi. Misalnya, jika Bunda menarik napas dengan hitungan empat, hembuskan napas dengan hitungan enam.

3. Pernapasan Hidung-Mulut

Tarik napas dalam-dalam melalui hidung, kemudian hembuskan perlahan melalui mulut. Setelah menghembuskan napas, berhujung sejenak sampai tubuh Bunda secara alami merasa perlu menarik napas lagi melalui hidung.

Bunda bisa melatih teknik-teknik ini kapan saja, tetapi Bunda mungkin mau mencobanya saat merasa stres namalain mengalami indikasi kehamilan seperti sakit kepala. Cara lain nan bagus untuk berlatih beragam teknik adalah dengan mencoba yoga kehamilan namalain hypnobirthing, nan juga dapat membantu Bunda rileks selama persalinan.

Peranan suami dalam proses persalinan

Saat Bunda mengalami kontraksi nan kuat, tidak selalu mudah untuk bernapas dengan ritmis dan rileks setiap kali menghembuskan napas. Bunda mungkin juga merasa capek dan bahwa persalinan terasa tak ada habisnya. Di sinilah dukungan suami sangat penting. Ayah dapat membantu menjaga pernapasan tetap stabil dengan bernapas berdampingan Bunda.

Caranya: Lakukan kontak mata dengan pasangan. Jika ini membantu Bunda, mintalah suami untuk memegang tangan namalain meletakkan tangannya di bahu Bunda, menekan dengan lembut. Kemudian Bunda bisa mengikuti pola pernapasan pasangan saat dia menarik napas melalui hidung dan menghembuskan napas perlahan.

Latih teknik ini selama kehamilan. Pada awalnya, mungkin terasa asing dan sedikit canggung. Namun, bernapas berdampingan bisa sangat berfaedah saat persalinan, ketika Bunda merasa tidak bisa melanjutkan lagi.

Bagaimana teknik pernapasan membantu saat mendorong?

Pada tahap kedua persalinan, Bunda bakal mendorong Si Kecil keluar ke dunia. Ikuti dorongan tubuh Bunda dan sorong sebanyak nan terasa tepat selama setiap kontraksi.

Caranya: Saat merasa perlu mendorong, ikuti kekuatan kontraksi, dan bernapaslah dengan langkah nan paling nyaman. Bunda mungkin mau menarik napas dalam-dalam di awal setiap kontraksi. Kemudian Bunda bisa memilih untuk menahannya saat mendorong, namalain menghembuskan napas perlahan melalui mulut. Banyak nan merasa terbantu dengan membikin bunyi mendengus namalain mengerang saat menghembuskan napas.

Dalam beberapa kasus, Bunda mungkin merasa dorongan untuk mengejan sebelum serviks betul-betul terbuka. Tergantung pada seberapa jauh pembukaan serviks, perawat mungkin meminta Bunda untuk tidak mengejan namalain mendorong.

Bidan mungkin juga meminta Bunda untuk menghindari mendorong sejenak saat kepala Si Kecil muncul (crowning). Ini untuk memberi tubuh Bunda waktu beradaptasi, mengurangi akibat robekan.

Latihan teknik pernapasan selama kehamilan bakal memberikan beragam opsi untuk dipilih saat persalinan. Dengarkan tubuh Bunda, dan temukan teknik nan paling efektif untuk Bunda. Saat hari persalinan tiba, perawat dan pasangan Bunda dapat mendukung Bunda untuk memaksimalkan teknik pernapasan favorit Bunda.

Selamat mencoba, Bunda! Semoga persalinan Bunda melangkah lancar dan penuh kebahagiaan dengan teknik pernapasan nan betul dan tepat.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya
Sumber Info Kesehatan Kincaimedia
Info Kesehatan Kincaimedia