Nabi Muhammad Sebagai Pendidik Teladan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

- Nabi Muhammad SAW sebagai sosok pendidik teladan nan telah memberikan banyak contoh dan pelajaran berbobot bagi umatnya. Beliau senantiasa mengajarkan pengetahuan pengetahuan, adab mulia, dan nilai-nilai Islam dengan penuh kesabaran, kasih sayang, dan hikmah.

Istilah pendidikan dalam Islam adalah tarbiyah, ta’lim, ta’dib dan pendidikan Islam. Tarbiyah digunakan untuk mengungkap tanggungjawab orang tua dalam mengasuh, menjaga, memelihara dan memperbaiki serta mengembangkan potensi anak secara berjenjang sesuai kebutuhannya dan dengan kasih sayang.

Sementara ta’lim adalah proses pemberian pengetahuan, pemahaman, pengertian, tanggung jawab dan penanaman amanah kepada anak. Ta’dib adalah pengenalan dan pengakuan nan secara berangsur-angsur ditanamkan kepada manusia.

Secara umum pendidikan Islam merupakan perangkat dari sebuah sistem nan telah direncanakan dengan sengaja guna mencapai tujuan pendidikan nan telah ditentukan. Pada masyarakat umum ada istilah-istilah nan dikenal dengan julukan kurikulum, pendidik, materi pembelajaran, dan sarana-prasarana pendidikan. Dengan tujuan pendidikan Islam secara umum ialah untuk membentuk peserta didik sesuai dengan aliran Islam nan luhur.

Istilah pendidik dalam pendidikan Islam nan sering diucapkan adalah ustadz, nan diberikan pada pembimbing unik nan mempunyai pengetahuan dan pengamalan kepercayaan nan mendalam. Namun, pada pembuatan manusia pendidik disematkan kepada Allah SWT. Karena adalah nan menciptakan manusia dan mengajarkan manusia untuk apa nan tidak diketahuinya. (QS. Ar-Rahman [55]: 1-5).

Nabi Muhammad Sebagai Pendidik Teladan 

Muhammad tercipta sebagai manusia tersempurna, insan al-kamil, sekaligus pendidik terbaik sepanjang masa. Beliau tidak hanya mengajar dan mendidik, tapi juga menunjukan jalan dan melakukan apa nan dia ajarkan.

- Advertisement -Allo Fresh

Jika pendidik diartikan sebagai orang nan secara sengaja mengasuh perseorangan alias beberapa perseorangan lainnya, agar mereka dapat tumbuh dan sukses dalam menjalani kehidupan, maka dalam konteks pengertian ini, Nabi Muhammad adalah sosok pendidik agung bagi umat manusia nan dapat dijadikan qiblat. Dengan kata lain, sebagai tolok ukur sukses dan tidaknya seseorang dalam menjalani tugasnya sebagai pendidik.

Meskipun, pendidik pertama dalam Islam adalah Allah Swt, sedangkan para rasul adalah manusia sempurna nan menyampaikan wahyu Allah melalui pengarahan dan pendidikan. Frase membacakan ayat-ayat-Nya dan mensucikan mereka menunjukan bahwa Nabi Muhammad mengajar mereka makna-makna al-Qur’an dan pembuatan secara gradual, membimbing mereka menjadi manusia sempurna melalui kesempurnaan spiritual.

Nabi Muhammad dalam kedudukannya sebagai sang pendidik, mempunyai beberapa tugas spesifik kaitannya dengan pendidikan al-Qur’an, nan merupakan visualisasi dari tugas nan kudu dijalankan. Muhammad merupakan Nabi dan Rasul penutup, dengan demikian tugas Muhammad adalah menyampaikan segala perihal nan berangkaian dengan risalah terakhir di bagian akidah, ibadah dan muamalah, melalui proses pendidikan.

Al-Qur’an bagi Nabi Muhammad diartikan bukan sekedar kitab suci nan memberikan justifikasi kenabian atas dirinya, lebih dari itu al-Qur’an merupakan penjelasan tentang konsep pendidikan Tuhan bagi hambanya.

Internalisasi nilai-nilai edukatif al-Qur’an nan dilakukan oleh Nabi tidak saja lewat nasihat dan pengajaran-pengajaran lain, namun diri Nabi Muhammad sendiri menjadi contoh nan hidup bagi dasar-dasar kependidikan nan dikembangkannya.

Nabi Muhammad merepresentasikan dan mengekspresikan apa nan diajarkan melalui tindakan, kemudian menerjemahkan tindakannya ke dalam kata-kata. Sehingga, apa pun nan diajarkan oleh Nabi Muhammad bakal segera diterima oleh para sahabat lantaran ucapannya telah diawali dengan contoh konkret.

Bukti bahwa Nabi Muhammad adalah teladan nan baik termaktub dalam al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 21. Allah Swt. Berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوااللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا 

Artinya: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan nan baik bagimu (yaitu) bagi orang nan mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan nan banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab [33]: 21).

Nabi Muhammad adalah gurunya para guru. Ia mendidik melalui keteladanan nan hidup dan terperagakan melalui dirinya. Allah Swt. Telah mendidik dan mengajarnya dengan sebaik-baik pendidikan dan pengajaran. Dalam perihal ini, Nabi Muhammad Saw. menegaskan bahwa, “Tuhanku telah mendidik dan mengajarku, maka Dialah nan membaikkan pendidikanku.”

Dengan penegasan ini, dapat dikatakan bahwa Muhammad sesungguhnya seorang model dan pembimbing bagi umatnya nan perkataan, perbuatan dan taqrir-nya dapat dijadikan teladan untuk kebahagiaan dan keberhasilan peserta didik di bumi maupun di akhirat.

Demikian penjelasan mengenai Nabi Muhammad sebagai pendidik teladan. Wallahu a’lam bisshawaab. [Baca juga: Hakikat Tujuan Pendidikan Menurut Quraish Shihab]

Selengkapnya
Sumber Info Seputar Islam bincangsyariah
Info Seputar Islam bincangsyariah