KPK Endus Celah Korupsi Program MBG: Isu Mark Up Bahan Baku hingga Skandal Modal Porsi Rp3.000 Jadi Sorotan

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Hukrim, BANGBARA.COM – Teka-teki di kembali buruknya kualitas paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di beragam wilayah mulai menemui titik terang.

Publik di media sosial sekarang tengah digemparkan dengan rumor dugaan mark up alias penggelembungan nilai bahan baku pangan nan melibatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan para mitranya.

Kecurigaan ini diperkuat oleh pengakuan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, pada 24 Februari 2026 lalu.

Ia mengungkapkan banyaknya laporan mengenai mitra nan sengaja meningkatkan nilai bahan baku di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), namun menyetorkan komoditas dengan kualitas nan sangat buruk.

Protes Warga: Modal Per Porsi Hanya Rp3.000?

Keresahan masyarakat memuncak setelah sebuah video protes penduduk di wilayah Lebak Gede, Kota Bandung, Jawa Barat, viral pada Rabu (4/3/2026).

Baca Juga: Tragedi Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi: 3 Penambang Tewas dan Truk Terseret Arus, Momen Evakuasi di Atas Ekskavator Viral

Dalam rekaman nan diunggah akun @thinksmart.id, seorang penerima faedah melayangkan kritik tajam langsung di hadapan mahir gizi SPPG mengenai kepantasan makanan nan mereka terima.

Muncul dugaan skandal anggaran nan sangat kontras antara alokasi pemerintah dengan realita di lapangan. "Modal untuk satu porsi makanan tersebut disebut hanya berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000," tulis postingan tersebut.

Hal ini memicu kecurigaan adanya pemotongan anggaran nan terlalu besar nan masuk ke kantong pengelola.

Ombudsman Banten: Makanan Bergizi Harus Masuk Perut

Persoalan serupa juga terjadi di Kabupaten Lebak, Banten. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Banten, Fadli Afriandi, menyoroti keluhan menu kering nan dipersoalkan oleh orang tua siswa hingga ibu menyusui selama Ramadan 2026.

Fadli menegaskan bahwa program MBG kudu memenuhi tiga unsur utama: kondusif (tidak menyebabkan keracunan), memenuhi norma gizi, dan layak dikonsumsi.

Baca Juga: Tote Bag Harus Dikembalikan, Guru di Blitar Keluhkan Waktu Mengajar Tersita untuk Pindahkan Makanan MBG ke Plastik

"Menu MBG kudu aman, tidak menimbulkan gangguan kesehatan... Makanan itu bergizi jika dikonsumsi. Mau segimana pun kandungan gizinya, jika tidak masuk perut, tidak ada gunanya," tegas Fadli pada Senin (2/3/2026).

KPK Mulai Petakan Celah Rawan Korupsi

Menanggapi hiruk-pikuk tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekarang resmi turun tangan untuk memetakan celah korupsi dalam program prioritas pemerintah ini.

 Bebas dari Status Tersangka Usai Kejar Penjambret Istrinya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian alias keseluruhan tulisan
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Syachruddien

Tags

Selengkapnya
Sumber Informasi Berita Bangbara
Informasi Berita Bangbara