Klaim Sesat Bitcoin ETF Merajalela di Media Sosial X, Bloomberg Tidak Tinggal Diam

Sedang Trending 8 bulan yang lalu

– Dalam bumi mata duit mata uang digital nan senantiasa bergerak cepat, klaim sesat tentang Exchange Traded Funds (ETF) Bitcoin dapat mempunyai akibat besar. Pasalnya, baru-baru ini seorang analis terkemuka Bloomberg berjulukan Eric Balchunas, memberikan peringatan tegas terhadap klaim sesat Bitcoin ETF nan beredar di media sosial X (sebelumnya Twitter). 

Simak sampai akhir, lantaran di tulisan ini kami bakal mengulas peringatan Balchunas dan membedah klaim sesat Bitcoin ETF nan menghebohkan di Twitter.

Rasa Cemas Investor Terkait Klaim Sesat Bitcoin ETF 

Melansir dari coingape.com, klaim sesat Bitcoin ETF ini berasal dari seorang penanammodal mata uang digital berjulukan Mike Alfred, nan mengaku mempunyai info tentang rencana koin dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). 

Alfred memposting perihal tersebut di X dengan titel nan memikat, ialah “BREAKING: Beberapa sumber di dalam SEC mengonfirmasi bahwa mereka bakal mencoba menciptakan lapangan bermain nan seimbang bagi para pemohon ETF Bitcoin”. 

Tidak hanya itu, dia juga menyatakan soal kebocoran tanggal persetujuan, nan dia duga bakal terealisasi sebelum Thanksgiving agar tidak ada nan bisa mendapatkan untung jelas di pasar.

Eric Balchunas, seorang analis terkemuka dalam bumi ETF, langsung menyoroti aspek nan meragukan dari klaim sesat Bitcoin ETF ini. 

“Penggunaan kata BREAKING dalam posting Alfred mungkin menimbulkan kesan bahwa ada perkembangan nan signifikan,” ungkap Balchunas. 

Selain itu, Balchunas menekankan bahwa info tersebut belum diverifikasi oleh sumber nan independen seperti Bloomberg alias sumber terpercaya lainnya. Ia juga mempertanyakan transparansi sumber info nan digunakan oleh Alfred mengenai klaim sesat Bitcoin ETF tersebut.

Sebagai informasi, klaim sesat Bitcoin ETF sebelumnya juga telah menimbulkan kekacauan. Pada Oktober kemarin, sebuah publikasi nan tidak terverifikasi dari Cointelegraph mengakibatkan likuidasi sekitar US$ 100 juta setelah menyatakan bahwa aplikasi ETF Bitcoin dari BlackRock telah disetujui oleh SEC.

Pandangan Para Ahli tentang Kemungkinan Persetujuan ETF Bitcoin

Para mahir cryptocurrency dan tokoh industri mempunyai beragam pendapat serta pandangan mengenai kemungkinan persetujuan ETF Bitcoin. Beberapa bersikap optimis, sementara nan lain lebih memilijh skeptis.

Salah satunya adalah Steven McClurg, nan merupakan CIO Valkyrie Investments termasuk dalam kategori optimis. Dia percaya bahwa SEC bakal menyetujui ETF Bitcoin spot sebelum akhir November. 

“Saya merujuk pada perubahan terbaru dalam aplikasi perusahaannya sebagai pertanda bahwa SEC mungkin semakin mendekati persetujuan,” ujarnya.

Selain itu, John E. Deaton, nan dikenal atas advokasinya untuk pemegang XRP, memprediksi bahwa persetujuan ETF Bitcoin bisa terjadi sebelum akhir tahun alias paling lambat sebelum akhir Kuartal Pertama tahun 2024.

Kendati demikian, John Reed Stark nan dikenal sebagai mantan kepala SEC, menyajikan pandangan nan lebih skeptis, menunjukkan bahwa kemungkinan persetujuan ETF Bitcoin spot mungkin lebih rendah dari nan beberapa orang antisipasi.

“Persetujuan dari Bitcoin ETF spot ini berpotensi kandas memenuhi ekspektasi para penanammodal kripto. Bahkan jika berhasil, maka tidak bakal setinggi nan diharapkan” pungkas Stark.

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin nan sudah bergulat di bagian trading dari tahun 2013. Sering menulis tulisan tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.

Selengkapnya
Sumber cryptoharian
cryptoharian