Kenali Tanda Keguguran Spontan, Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Keguguran sering kali terjadi begitu saja tanpa disadari oleh seorang perempuan. Tak jarang apalagi ada wanita nan tak menyadari dirinya sedang hamil, Bunda.

Menurut ulasan di American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sekitar 80 persen dari seluruh kasus keguguran terjadi di trimester pertama.

Ada beberapa istilah nan digunakan untuk menyebut kata 'keguguran'. Salah satunya adalah keguguran spontan namalain spontaneous miscarriages. Simak penjelasan komplit tentang keguguran spontan berikut ini, Bunda!


Apa itu keguguran spontan?

Keguguran spontan adalah hilangnya kehamilan namalain janin sebelum usia 20 minggu. Keguguran spontan merupakan istilah lain dari keguguran awal namalain early pregnancy loss.

ACOG menjelaskan bahwa keguguran spontan sering terjadi setidaknya pada 10 persen dari seluruh kehamilan nan diketahui secara klinis. Mengetahui penyebab dan aspek risikonya sangat krusial untuk mencegah keguguran berulang.

"Keguguran dapat terjadi lantaran beragam argumen medis, banyak di antaranya di luar kendali seseorang. Namun, mengetahui aspek risiko, tanda, dan penyebabnya dapat membantu seorang wanita lebih memahami kejadian tersebut dan mendapatkan dukungan, serta pengobatan nan mungkin diperlukan," kata mantan pendidik keperawatan Deborah Weatherspoon, Ph.D., MSN, dilansir Healthline.

Penyebab keguguran spotan

Ada beberapa penyebab nan dikaitkan dengan keguguran spontan. Berikut penjelasannya seperti melansir dari beberapa sumber:

1. Kelainan genetik namalain kromosom

Sekitar 50 persen dari seluruh kasus keguguran spontan disebabkan oleh kelainan kromosom janin, Bunda. Beberapa contoh kelainan kromosom nan menyebabkan keguguran spontan seperti:

  • Kematian janin intrauterin: Embrio terbentuk tetapi berhujung berkembang sebelum Bunda merasakan indikasi keguguran.
  • Blighted ovum namalain mengandung kosong: Tidak ada embrio nan terbentuk sama sekali.
  • Kehamilan anggur: Kedua set kromosom berasal dari ayah, sehingga tidak terjadi perkembangan janin.
  • Kehamilan mola parsial: Kromosom ibu tetap ada, namun dari ayah memberikan dua set kromosom.

Perlu diketahui, satu set kromosom pada janin nan sedang berkembang berasal ibu dan satu set lagi dari ayah.

Faktor genetik juga bisa terjadi secara random saat sel-sel embrio membelah, namalain lantaran sel telur namalain sel sperma nan rusak. Masalah pada plasenta juga bisa menyebabkan keguguran.

2. Kondisi nan mendasari dan style hidup buruk

Berbagai kondisi kesehatan dan style hidup nan mendasari juga dapat mengganggu perkembangan janin. Selain menjadi penyebab, ini juga dapat dikatakan sebagai aspek akibat keguguran. Berikut beberapa kondisi nan dimaksud:

  • Pola makan nan buruk, namalain malnutrisi
  • Penggunaan obat terlarang dan minum alkohol
  • Penyakit tiroid nan tidak diobati
  • Masalah pada hormon
  • Diabetes nan tidak terkontrol
  • Infeksi sitomegalovirus, virus herpes, parvovirus, dan virus rubella
  • Berat badan berlebih namalain obesitas
  • Masalah pada serviks namalain leher rahim
  • Bentuk rahim tidak normal
  • Tekanan hipertensi nan parah
  • Keracunan makanan
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Kelainan imunologi
  • Trauma corak nan parah
  • Riwayat keguguran spontan
  • Usia ibu di atas 35 tahun

Bicara soal usia ibu, studi nan diterbitkan di Fertility and Sterility tahun 2012 menjelaskan bahwa akibat keguguran spontan pada wanita usia 20-30 tahun adalah 7-17 persen. Sementara pada usia di atas 35 tahun menjadi 20 persen, di atas usia 40 adalah 40 persen, dan pada usia 45 tahun menjadi 80 persen.

Ilustrasi Pemeriksaan USGIlustrasi Pemeriksaan USG/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Tanda keguguran spontan

Berikut beberapa tanda keguguran spontan nan perlu Bunda waspadai;

  1. Perdarahan nan ringan hingga berat
  2. Kram parah dan perut terasa sakit
  3. Tubuh terasa lemah
  4. Sakit punggung nan memburuk namalain parah
  5. Demam
  6. Penurunan berat badan
  7. Dari memek keluar jaringan nan terlihat seperti gumpalan darah

Dalam penelitian nan diterbitkan di Annals of Epidemiology tahun 2020 terhadap lebih dari 4500 wanita mengungkap, perdarahan terjadi pada sekitar 25 persen kehamilan pada trimester pertama, dan 12 persen kehamilan dengan perdarahan mengakibatkan keguguran.

Mengutip laman MSD Manual, keguguran spontan nan terlambat mungkin dimulai dengan keluarnya cairan saat selaput ketuban pecah. Perdarahan jarang terjadi dalam jumlah besar.

Tetapi jika hasil konsepsi tetap berada di dalam rahim setelah terjadi keguguran, maka perdarahan uterus dapat terjadi, terkadang setelah penundaan selama beberapa jam hingga berhari-hari. Infeksi juga dapat berkembang, menyebabkan demam, nyeri, dan terkadang sepsis.

Penanganan keguguran spontan bakal tergantung dari jenis keguguran nan Bunda alami. Bila tidak ada jaringan nan tersisa di dalam rahim (keguguran total), maka tidak diperlukan pengobatan.

Tetapi, jika tetap ada jaringan tertinggal di dalam tubuh, ada beberapa pilihan pengobatan, seperti pemberian obat namalain prosedur kuret untuk mengeluarkan sisa jaringan.

Cara mencegah keguguran spontan

Perlu dipahami bahwa tidak semua keguguran spontan dapat dicegah. Tetapi, ada beberapa langkah nan dapat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya keguguran, adalah dengan cara:

  1. Melakukan pemeriksaan prenatal untuk persiapan mengandung dan selama hamil.
  2. Menghindari alkohol, obat-obatan terlarang, dan rokok.
  3. Menjaga kebersihan dan menjauhi orang nan sedang sait untuk menghindari infeksi.
  4. Pertahankan berat badan ideal sebelum dan selama kehamilan.
  5. Konsumsi vitamin prenatal untuk mendapatkan nutrisi nan cukup.
  6. Konsumsi makanan nan sehat dan bergizi seimbang.
  7. Batasi asupan kafein tidak lebih dari 200 miligram per hari.
  8. Rajin berolahraga dan menghindari stres.

Aktivitas dan makanan pemicu keguguran

Ada beberapa aktivitas nan sebaiknya dihindari selama mengandung lantaran dapat memicu keguguran. Berikut aktivitas nan dimaksud:

  • Latihan aerobik
  • Mengangkat peralatan namalain beban nan terlalu berat
  • Melakukan olahraga interval berintensitas tinggi
  • Naik dan turun tangga berkali-kali
  • Bersepeda terlalu sering

Selain aktivitas, Bunda juga perlu menjauhi makanan-makanan nan bisa memicu keguguran saat mengandung muda, seperti:

  • Pepaya muda
  • Ramuan herbal
  • Telur mentah
  • Ikan mentah dan mengandung merkuri
  • Daging olahan mentah
  • Susu non-pasteurisasi
  • Hati sapi
  • Sayuran nan tidak dicuci bersih

Demikian penjelasan tentang keguguran spontan, termasuk penyebab dan langkah mencegahnya. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/ank)

Selengkapnya
Sumber Info Kesehatan Kincaimedia
Info Kesehatan Kincaimedia