Jurnalisme Memasuki Babak Baru, CEO Promedia: AI Jadi Mesin Kerja, Manusia Tetap Memimpin Jadi Penentu

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Tekno, BANGBARA.COM - Di tengah pesatnya perkembangan kepintaran buatan (Artificial Intelligence/AI), bumi jurnalistik sedang memasuki babak baru.

Teknologi nan bisa menulis artikel, mengedit video, menerjemahkan bahasa, hingga menganalisis info dalam hitungan detik telah mengubah langkah media bekerja. Namun, satu pertanyaan besar muncul: apakah AI bakal menggantikan wartawan?

Jawabannya tampaknya tidak sesederhana itu.

CEO Promedia Teknologi, Agus Sulistriyono, menggambarkan masa depan media sebagai sebuah ruang redaksi nan mengedepankan konsep "AI-First, Human-Led Newsroom".

Dalam pandangannya, AI bukan pengganti manusia, melainkan perangkat nan mengambil alih pekerjaan teknis dan berulang, sementara wartawan konsentrasi pada hal-hal nan tidak dapat dilakukan mesin.

Baca Juga: DPRD KBB Stop Sementara Proyek Perumahan Subsidi di Cikalongwetan, Diduga Izin Belum Lengkap dan Puluhan Lahan Warga Belum Dibayar

AI dapat memantau jutaan sumber informasi, membikin transkrip wawancara, menyusun draf berita, menerjemahkan, mengedit video, mengoptimalkan SEO, membikin thumbnail, mendistribusikan konten ke beragam platform, hingga menganalisis performa sebuah berita. Semua pekerjaan itu dapat dilakukan jauh lebih sigap dibanding manusia.

Namun, AI tidak bisa membangun kepercayaan dengan narasumber, melakukan investigasi di lapangan, membaca bahasa tubuh saat wawancara, memahami dinamika sosial masyarakat, maupun mengambil keputusan editorial nan memerlukan nurani, etika, dan tanggung jawab.

Di sinilah peran wartawan justru menjadi semakin penting.

Ke depan, pekerjaan wartawan diperkirakan bakal berevolusi menjadi Creator Pers. Seorang wartawan tidak lagi sekadar menulis berita, tetapi bisa menghasilkan beragam corak konten dari satu peristiwa. Mulai dari siaran langsung, video pendek, tulisan mendalam, podcast, infografis, carousel media sosial, hingga newsletter.

AI bakal membantu mengubah satu liputan menjadi beragam format nan dapat menjangkau audiens lebih luas.

Perubahan lainnya adalah hadirnya jaringan info nan semakin luas. Media masa depan tidak hanya mengandalkan instansi redaksi dan reporter tetap, tetapi juga memanfaatkan jaringan creator, warga, kamera publik, drone, info terbuka pemerintah, hingga beragam sumber digital nan legal.

Baca Juga: Wisatawan Bilang Aneh! Gedung Kopdes Merah Putih Disebut Tutupi Panorama Ikonik Stone Garden

AI bekerja mendeteksi pola dan anomali, sedangkan manusia tetap menjadi pihak nan melakukan verifikasi sebelum info dipublikasikan.

Dalam kondisi tersebut, kecepatan bukan lagi menjadi kelebihan utama media. AI selalu bisa bekerja lebih cepat.

Selengkapnya
Sumber Informasi Berita Bangbara
Informasi Berita Bangbara