BANGBARA.COM - Selama nyaris 12 tahun tinggal di Indonesia, penulis asal India Gunjan Prasad menemukan banyak nilai kehidupan nan secara perlahan mengubah langkah pandangnya terhadap manusia, budaya, dan hubungan sosial. Pengalaman hidup sebagai ekspatriat membuatnya memandang Indonesia bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai ruang pembelajaran tentang nilai-nilai nan susah diterjemahkan secara langsung ke bahasa lain, seperti gotong royong, keramahan, keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur.
Salah satu pelajaran terbesar nan dia temukan berasal dari lingkungan rumahnya sendiri. Ia memandang gimana personil staf rumah tangga saling membantu tanpa kudu diminta ketika ada pekerjaan nan perlu diselesaikan alias ketika seseorang sedang mengalami kesulitan. Bagi Gunjan, kebiasaan tersebut mencerminkan nilai gotong royong nan lebih dari sekadar kerja sama, melainkan sebuah kepercayaan bahwa kesejahteraan satu sama lain mempunyai hubungan nan saling berkaitan. Nilai serupa juga dia temukan dalam lingkungan pendidikan anak-anaknya, di mana keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari keahlian untuk membantu orang lain berkembang.
Selain gotong royong, Gunjan juga terkesan dengan makna keramahan masyarakat Indonesia. Ia merasakan bahwa sikap ramah tidak hanya sebatas menyambut seseorang dengan baik, tetapi juga keahlian membikin orang lain merasa diterima tanpa kudu membuktikan dirinya terlebih dahulu. Dari hubungan dengan beragam kalangan, mulai dari jurnalis, pengemudi transportasi online, pedagang pasar, hingga organisasi sosial, dia merasakan bahwa masyarakat Indonesia mempunyai langkah unik dalam membangun hubungan nan hangat dan inklusif.
Perjalanan panjangnya di Indonesia juga memperkenalkannya pada nilai ikhlas, nilai diri, ketenangan, kesabaran, dan syukur. Ia memandang banyak orang Indonesia bekerja dengan dedikasi tinggi tanpa selalu mencari pengakuan, sebuah sikap nan menurutnya menggambarkan ketulusan dalam menjalankan tanggung jawab. Pengalaman sehari-hari, termasuk angan sederhana sebelum dan setelah perjalanan, mengajarkannya bahwa rasa syukur tidak kudu menunggu momen besar. Pada akhirnya, Indonesia tidak lagi hanya menjadi tempat tinggal bagi family Gunjan, tetapi menjadi bagian dari perjalanan hidup nan membentuk langkah mereka memandang bumi dengan lebih terbuka, sabar, dan penuh penghargaan terhadap sesama.
Sumber: VRITIMES
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian alias keseluruhan tulisan
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Abdul Kholilulloh
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·