IDAI Perbolehkan Buat MPASI Pakai Gula Garam, Asalkan..

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Penggunaan gula dan garam sebagai tambahan rasa pada makanan pendamping ASI namalain MPASI tetap sering memicu pro kontra. Bagaimana patokan IDAI tentang MPASI memakai gula dan garam?

Meskipun garam adalah senyawa nan dibutuhkan semua manusia dalam makanannya, bayi tidak boleh mengonsumsinya terlalu banyak lantaran ginjalnya nan sedang berkembang belum bisa memproses garam dalam jumlah besar.

Memberi Si Kecil terlalu banyak garam dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi. 


Begitu juga dengan makanan manis. Pemberian gula tambahan pada MPASI sebaiknya perlu betul-betul diperhatikan agar tidak memicu akibat kesehatan bagi anak ya, Bunda.

Pada 6 bulan pertama kehidupan anak, ASI saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Setelah berumur di atas 6 bulan, anak memerlukan MPASI lantaran ASI sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan daya dan gizinya. MPASI ini diberikan pada masa penyapihan, adalah pada usia 6 bulan hingga 2 tahun.

Pengetahuan nan baik mengenai MPASI sangat diperlukan bagi orang tua, lantaran jika diberikan dalam jumlah, komposisi dan waktu nan salah dapat menyebabkan anak mengalami gizi jelek nan berakibat pada gangguan tumbuh kembang.

Salah satu mitos nan berkembang seputar pemberian makan pada bayi adalah larangan penambahan gula dan garam. Dikutip dari laman resminya, IDAI menyebut bahwa di bawah usia 1 tahun, anak boleh saja diberikan gula dan garam dalam MPASI-nya tapi hanya sesedikit mungkin. 

"Anak boleh diberikan gula dan garam jika pemberian gula dan garam bisa membikin anak mau makan," demikian dituliskan dalam laman IDAI.

Kenapa perlu membatasi garam pada MPASI?

Dikutip dari Healthline, bayi nan mengonsumsi terlalu banyak garam melalui MPASI lebih rentan mengalami beberapa masalah. Ini terutama pada organ ginjalnya.

Ginjal bayi tetap belum berkembang sempurna dan belum bisa menyaring kelebihan garam sama efisiensinya dengan ginjal orang dewasa. Akibatnya, pola makan nan terlalu tinggi garam bisa merusak ginjal bayi.

Selain itu, pola makan tinggi garam juga dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang dan preferensi rasa Si Kecil. Bayi dilahirkan dengan preferensi alami terhadap makanan manis, asin, dan berasa umami.

Diberikan makanan asin berulang kali dapat memperkuat preferensi rasa alami ini, nan mungkin menyebabkan Si Kecil kelak lebih memilih makanan asin dibandingkan makanan nan secara alami kurang asin.

Pola makan tinggi garam juga berisiko dapat menyebabkan tekanan darah bayi meningkat. Penelitian dalam jurnal Annals of Nutrition & Metabolism menunjukkan bahwa pengaruh garam terhadap peningkatan tekanan darah mungkin lebih kuat pada bayi dibandingkan pada orang dewasa.

Akibatnya, bayi nan diberi makanan tinggi garam condong mempunyai tingkat tekanan darah lebih tinggi selama masa kanak-kanak dan remaja, sehingga dapat meningkatkan akibat penyakit jantung di kemudian hari.

Kenapa perlu membatasi gula pada MPASI?

Untuk pertumbuhan dan perkembangan nan baik, bayi memerlukan kalori dan nutrisi. Pemberian makanan dengan tambahan gula berlebih kepada anak, membikin ruang untuk makanan bergizi bakal berkurang.

Dikutip dari The Conversation, anak-anak nan diberi makanan tinggi gula tambahan lebih mungkin mengalami sejumlah akibat kesehatan negatif dibandingkan anak-anak dengan asupan gula rendah, termasuk obesitas pada masa kanak-kanak, penyakit kardiovaskular, dan kerusakan gigi.

Sementara itu, dikutip dari Solid Starts, meski boleh saja menambahkan sedikit gula pada MPASI, ada baiknya jika menunggu hingga anak lebih besar. 

Konsumsi gula dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan akibat gigi berlubang saat gigi bayi tumbuh dan menurunkan motivasi anak untuk mencoba makanan lain.

Berhati-hatilah untuk tidak memberikan bayi makanan-makanan dengan gula dan garam tersembunyi. Jangan berikan bayi makanan olahan nan tinggi garam dan gula secara berlebihan ya, Bunda. Misalnya seperti pai, biskuit, keripik, dan fast food.

Perlunya memperhatikan nutrisi dalam MPASI

Bayi memerlukan hanya sedikit garam dalam makanannya, lantaran tubuh mereka tidak dapat menangani asupan garam nan tinggi.

Bayi nan diberi terlalu banyak garam mungkin berisiko mengalami kerusakan ginjal, tekanan darah tinggi, dan apalagi mungkin peningkatan akibat penyakit jantung.

Selain itu, pola makan tinggi garam dapat menyebabkan bayi mengembangkan preferensi terhadap makanan asin seumur hidup, nan pada gilirannya dapat menurunkan kualitas makanan mereka secara keseluruhan. Semoga bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Selengkapnya
Sumber Info Kesehatan Kincaimedia
Info Kesehatan Kincaimedia