Gunting dapur mulai seret? Ini yang harus dilakukan sebelum memberi minyak

Sedang Trending 5 jam yang lalu
Gunting dapur mulai seret? Ini nan kudu dilakukan sebelum memberi minyak

gunting dapur seret langkah mengatasi | foto ilustrasi: Gemini AI

- Gunting dapur nan dipakai rutin untuk memotong daging, ikan, alias bahan makanan lainnya cukup rentan mengalami dua masalah sekaligus: mata gunting nan mulai kusam lantaran gesekan terus-menerus, dan engsel nan seret lantaran penumpukan sisa makanan, air, alias karat ringan di sekitar baut sambungannya. Dua masalah ini sering dianggap sama padahal penanganannya berbeda. Kalau tidak ditangani sesuai penyebabnya, kondisi gunting bisa makin buruk.

Banyak orang langsung menyiramkan minyak goreng alias oli jejak ke engsel gunting begitu terasa seret, padahal tidak semua minyak cocok untuk keperluan ini dan beberapa justru meninggalkan residu lengket nan menarik kotoran baru. Sebelum sampai ke tahap pelumasan, ada beberapa langkah nan perlu dilakukan lebih dulu — mulai dari membersihkan kotoran, mengasah mata gunting, hingga baru memberi pelumas nan tepat. Berikut urutan perawatannya.

Cara Merawat Gunting Dapur nan Seret dan Kusam

1. Bersihkan Kotoran dan Sisa Makanan di Engsel Dulu

Sebelum melakukan apapun, bagian engsel dan sekitar baut gunting perlu dibersihkan dari kotoran nan menumpuk. Sisa makanan, minyak goreng nan mengering, alias air nan lama mengendap di sekitar engsel adalah penyebab utama gunting terasa seret. Memberi minyak sebelum bagian ini bersih hanya bakal mencampur pelumas baru dengan kotoran lama dan tidak menyelesaikan masalah.

Bahan:
- Air hangat
- Sabun cuci piring
- Sikat gigi jejak alias cotton bud
- Kain lap kering

Langkah:
1. Buka gunting selebar mungkin agar bagian engsel lebih mudah dijangkau.
2. Celupkan sikat gigi jejak ke air sabun hangat, lampau gesek area engsel dan sekitar baut dengan aktivitas memutar.
3. Gunakan cotton bud untuk menjangkau celah sempit di sekitar baut nan tidak terjangkau sikat.
4. Bilas dengan air bersih, pastikan tidak ada sisa sabun tertinggal, lampau lap sampai betul-betul kering sebelum lanjut ke langkah berikutnya.

2. Hilangkan Bintik Karat di Mata dan Engsel Gunting

Karat ringan nan muncul di mata gunting alias sekitar engsel bisa membikin aktivitas gunting terasa kasar dan tidak mulus. Karat ini perlu dihilangkan sebelum diasah alias diberi pelumas agar hasilnya lebih bersih. Kalau karat dibiarkan, lama-lama bisa menyebar dan mengikis permukaan logam secara permanen.

Bahan:
- Baking soda secukupnya
- Air secukupnya
- Kain lap alias spons non-gores
- Cuka putih (alternatif jika karat lebih membandel)

Langkah:
1. Campurkan baking soda dengan sedikit air hingga jadi pasta kental.
2. Oleskan pasta ke bagian nan karatan dan diamkan 5 menit.
3. Gosok dengan kain lap alias spons non-gores searah permukaan logam sampai bintik karat terangkat.
4. Jika bintik karat tetap membandel, rendam bagian itu dalam cuka putih selama 10 menit lampau gesek kembali, bilas, dan keringkan segera.

3. Asah Mata Gunting nan Sudah Mulai Tumpul

Gunting nan terasa butuh tenaga lebih saat memotong biasanya bukan lantaran seret di engsel, tapi lantaran mata gunting nan sudah tumpul. Mengasah mata gunting tidak butuh batu asah unik — kertas aluminium foil nan dilipat beberapa kali sudah cukup untuk mengasah gunting nan tumpulnya ringan sampai sedang. Proses ini menghasilkan serpihan logam lembut jadi sebaiknya dilakukan di atas dasar nan mudah dibersihkan.

Bahan:
- 1 lembar aluminium foil ukuran 30×30 cm
- Atau batu asah keramik (opsional, untuk hasil lebih tajam)

Langkah:
1. Lipat aluminium foil beberapa kali hingga menjadi beberapa lapisan tebal.
2. Gunting aluminium foil itu sebanyak 10–15 kali potongan penuh dari pangkal hingga ujung mata gunting.
3. Setiap potongan kudu menggunakan seluruh panjang mata gunting agar pengasahan merata.
4. Bersihkan sisa serpihan logam lembut dengan lap kering, lampau cek ketajamannya dengan mencoba memotong selembar kertas.

4. Beri Pelumas nan Tepat di Bagian Engsel

Setelah engsel bersih dan bebas karat, baru boleh diberi pelumas agar aktivitas membuka-menutup gunting kembali lancar. Minyak goreng dan oli jejak tidak disarankan lantaran meninggalkan residu tengik dan menarik kotoran. Pelumas terbaik untuk gunting dapur adalah minyak mineral food-grade, minyak kelapa murni, alias WD-40 dalam jumlah sangat sedikit unik di engselnya saja.

Bahan:
- Minyak mineral food-grade, atau
- Minyak kelapa murni (VCO), atau
- WD-40 (hanya untuk engsel, bukan mata gunting)
- Cotton bud alias kain kecil

Langkah:
1. Teteskan 1–2 tetes minyak pilihan langsung ke area engsel dan baut gunting menggunakan cotton bud.
2. Buka tutup gunting beberapa kali agar minyak meresap merata ke seluruh bagian engsel.
3. Lap sisa minyak nan berlebih di permukaan luar dengan kain kering.
4. Pastikan tidak ada minyak nan menetes ke mata gunting, terutama jika gunting bakal dipakai untuk bahan makanan.

5. Setel Ulang Kekencangan Baut Engsel

Kadang gunting terasa seret bukan lantaran kotor alias karat, tapi lantaran baut engselnya terlalu kencang alias sebaliknya terlalu longgar. Baut nan terlalu kencang membikin dua bilah gunting saling menekan terlalu kuat sehingga gerakannya berat. Baut nan terlalu lenggang membikin bilah tidak sejajar dan hasil potongan jadi tidak rapi lantaran dua mata gunting tidak berjumpa dengan benar.

Bahan:
- Obeng mini alias koin nan pas dengan celah baut
- Kain lap

Langkah:
1. Cek kondisi baut dengan mencoba membuka dan menutup gunting — jika terasa sangat berat, baut terlalu kencang; jika bilah goyang, baut terlalu longgar.
2. Gunakan obeng alias koin untuk memutar baut, berlawanan arah jarum jam untuk melonggarkan, searah jarum jam untuk mengencangkan.
3. Lakukan penyesuaian sedikit demi sedikit, cek setiap kali setelah separuh putaran.
4. Kondisi ideal: gunting bisa dibuka tutup dengan satu tangan tanpa terasa berat, dan kedua bilah tidak goyang saat dipegang.

FAQ

Q: Seberapa sering gunting dapur perlu dirawat agar tidak sigap seret?

A: Untuk gunting nan dipakai setiap hari, pembersihan ringan sekali seminggu sudah cukup. Perawatan komplit termasuk pengasahan dan pelumasan bisa dilakukan sebulan sekali alias saat gunting mulai terasa berbeda dari biasanya.

Q: Apakah gunting dapur boleh dicuci di mesin cuci piring?

A: Sebaiknya tidak, terutama untuk gunting dengan pegangan dari plastik alias karet. Panas dan deterjen mesin cuci piring bisa merusak lapisan pelindung logam, melonggarkan baut, dan mempercepat timbulnya karat. Mencuci tangan dengan air sabun hangat jauh lebih aman.

Q: Kapan sebaiknya gunting dapur sudah saatnya diganti dan tidak perlu lagi dirawat?

A: Kalau setelah diasah berulang kali mata gunting tetap tidak bisa memotong dengan bersih, alias bilahnya sudah bengkok dan tidak bisa disejajarkan kembali, gunting memang sudah waktunya diganti. Baut nan sudah slek dan tidak bisa dikencangkan lagi juga jadi tanda nan sama.

Q: Apakah gunting dapur dan gunting kain bisa diasah dengan langkah nan sama?

A: Cara dasarnya mirip, tapi gunting kain biasanya punya perspektif kemiringan mata nan lebih spesifik sehingga lebih baik diasah dengan batu asah nan bisa dikontrol sudutnya. Metode aluminium foil cocok untuk gunting dapur serba guna, bukan untuk gunting kain nan butuh ketajaman presisi.

Q: Apakah ada perbedaan perawatan antara gunting dapur stainless biasa dengan nan berlapis coating anti lengket?

A: Ada. Gunting berlapis coating tidak boleh digosok dengan bahan abrasif seperti baking soda alias spons kasar lantaran bisa mengikis lapisannya. Cukup bersihkan dengan sabun lembut, dan untuk mengasahnya sebaiknya dibawa ke tempat servis perangkat dapur agar lapisan coatingnya tidak rusak.

(brl/tin)

Selengkapnya
Sumber Info Kuliner briliofood
Info Kuliner briliofood