Darurat Sampah! Masalah Berkepanjangan TPA Pasir Sembung Ditutup TPS3R Belum Bisa Difungsikan, Begini Kata YPLHI Cianjur

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Pemerintahan, BANGBARA.COM - Darurat Sampah di kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus berkepanjangan pasca ditutupnya TPA Pasir Sembung.

Dilain pihak sebanyak 32 Tempat Pengelolaan Sampah (Reduce,Reuse,Recycle TPS3R) hingga saat ini tetap belum bisa dioperasikan lantaran diduga bermasalah.

“Begitu juga TPA Mekarsari Cikalong Kulon pengganti TPA Pasir Sembung belum selesai,” kata Ketua Yayasan Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (YPLHI) Kabupaten Cianjur Ahmad Jaelani kepada Bangbara. com Senin, 11 Februari 2024.

Baca Juga: Kerinduan Segera Terwujud! Jalan Sinagar - Cipelah nan Melintasi Tiga Wilayah Kecamatan Segera Selesai Dibeton, Begini kata Bupati Cianjur

Akibatnya, lanjut Ahmad Jaelani,warga masyarakat di sekitar 11 kecamatan nan biasa membuang sampah ke TPA Pasir Sembung jadi kelabakan, kudu kemana membuang sampah

“Sementara mesin- mesin pengolah nan sudah lama ada di TPA Pasir Sembung pun tidak dioperasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kab Cianjur,” ungkapnya

“Entah kenapa alasannya, dan di letak TPA Pasir Sembung, mesin pengolah diduga ada nan tertimbun,” lanjutnya.

Baca Juga: Heboh! Honor KPPS di Berbagai Daerah Dipotong di KBB Potongan Mencapai Segini

Padahal letak nan di bikin RTH (Ruang Terbuka Hijau) ada jarak batas beberapa meter dari tempat/saung mesin- mesin pengolah sampah.

“Ini PR buat Bupati Cianjur. agar secepat nya, mewarning keras Kepada kepala Dinas Lingkungan Hidup Cianjur, mengenai semrawutnya penanganan sampah,” ujarnya.

Menurutnya saat ini di TPA Pasir Sembung menyangkut sampah adalah kesalahan patal nan dilakukan petugas DLH di bagian TPA Pasir Sembung “ kata Ahmad Jaelani.

Baca Juga: Festival Curug Citambur Diharapkan Jadi Agenda Tahunan Begini Kata Bupati Cianjur

Dikatakannya pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, diduga mencoba mengalihkan alibi, mengenai rumor penanganan sampah selama sebelum TPA ditutup.

“Tidak optimalnya dalam penanganan nya,akhirnya mesin- mesin diamankan, lantaran mungkin takut ketahuan oleh penduduk masyarakat,“ ungkapnya.***

Selengkapnya
Sumber Informasi Berita Bangbara
Informasi Berita Bangbara