Cara Mengenali Lubang Hewan di Halaman

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Unduh PDF

Unduh PDF

Apakah Anda menjumpai lubang misterius di halaman? Berurusan dengan hewan penggali tanah memang bisa merepotkan, apalagi ketika hewan ini sedang aktif. Langkah pertama nan kudu dilakukan adalah menemukan pelakukanya. Terlebih dulu Anda kudu memeriksa lubangnya. Jika lubang mempunyai ujung, berfaedah itu bukan liang, dan hewan nan menggalinya mungkin tidak tinggal di dalamnya (dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari). Jika lubangnya tidak mempunyai ujung, teruskan membaca tulisan ini. Kami bakal membahas beragam perihal nan kudu Anda perhatikan untuk mengenali hewan penggali, serta memberikan penjelasan nan mendalam mengenai liang hewan nan paling umum. Setelah mengetahuinya, berfaedah Anda telah siap memburu hewan penggali tersebut.

Hal nan Perlu Anda Ketahui

  • Pertimbangkan wilayah dan letak geografis tempat tinggal Anda untuk mempersempit kemungkinan jenis asli, dan hilangkan kemungkinan hewan nan tidak ada di area Anda.
  • Ukur lebar mulut liang dan perhatikan corak tanah nan mengelilingi lubang untuk mengetahui ukuran hewan dan langkah penggaliannya.
  • Hubungi dinas mengenai alias lembaga penelitian setempat untuk membantu mengenali, menangkap, dan menyingkirkan hewan ini.
  1. Step 1 Cari tahu hewan penggali apa saja nan ada di area Anda.

    1

    Mulailah dari pencarian secara luas, lampau persempit dengan mengenali hewan penggali apa saja nan ada di area Anda. Anda bisa menyingkirkan kemungkinan hewan apa saja nan tidak pernah ditemukan di tempat Anda. Lakukan pencarian di internet dengan kata kunci "hewan penggali di [wilayah Anda]". Anda juga bisa menghubungi departemen pertanian setempat untuk mendapatkan informasi.[1]

    • Walaupun banyak hewan penggali nan muncul di semua tempat (yang bisa menyulitkan Anda mempersempit kemungkinan berasas lokasi), pencarian info bisa berfaedah untuk menentukan 1 di antara 2 kemungkinan penyebab.
  2. Step 2 Ukur diameter lubangnya.

    2

    Ukuran lubang nan dibuat masing-masing hewan bakal berbeda. Ukuran ini bisa memberi gambaran nan bagus mengenai hewan nan sedang Anda hadapi.[2] Ukur diameter lubang dari sisi ke sisi menggunakan meteran, dan pastikan untuk mengenakan sarung tangan nan kuat untuk berhati-hati seandainya hewannya tetap tinggal di dalam lubang.

    • Sebagai contoh, andaikan lubangnya sangat mini (misalnya selebar jari tangan), singkirkan kemungkinan hewan berukuran besar seperti marmot alias rakun lantaran keduanya tidak bakal bisa masuk ke dalam lubang.
    • Secara umum, hewan berukuran mini (misalnya tupai) menggali lubang dengan ukuran 8 cm alias lebih kecil, dan hewan berukuran sedang bakal membikin lubang dengan diameter sekitar 8–30 cm.
  3. Step 3 Periksa gundukan alias tumpukan tanah.

    3

    Tanda lain nan bagus adalah tumpukan tanah di sekeliling lubang, alias lebih unik lagi adalah struktur, pola, dan penempatan gundukan tanah. Setiap hewan mempunyai metode sendiri untuk membuang tanah sisa galian.[3] Carilah gundukan tanah di tempat nan tidak umum, misalnya di area nan datar, alias jalur di atas dedaunan rata nan mengarah ke suatu lubang.

    • Gundukan mempunyai banyak bentuk. Ada nan terlihat seperti gunung berapi dengan lubang di bagian tengahnya, ada nan menyerupai huruf U, dan ada juga nan berbentuk menara dan cerobong asap.
  4. Step 4 Amati letak dan lingkungan di sekitar lubang.

    4

    Seperti halnya manusia, setiap hewan mempunyai preferensi sendiri untuk membangun rumah. Beberapa hewan suka membangun rumah di dekat air, sedangkan nan lain lebih suka tinggal di struktur buatan manusia untuk mendapatkan perlindungan tambahan dari cuaca. Perhatikan di mana lubangnya berada untuk mempersempit kemungkinan.[4]

    • Sebagai contoh, jika lubangnya berada di tepi sungai, mungkin Anda berurusan dengan hewan semi-akuatik, misalnya udang karang.
  5. Step 5 Hubungi dinas mengenai (pertanian alias peternakan) untuk mendapatkan info dari pakarnya.

    5

    Ada banyak master hewan nan bisa Anda hubungi di sana. Apabila Anda mengalami kebuntuan alias merasa ragu-ragu, opsi terbaik adalah mencari support dari profesional. Selain itu, mereka juga bakal memberikan saran untuk menyingkirkan hewan tersebut jika Anda menginginkannya. Hubungi dinas mengenai di kota Anda alias hubungi kampus terdekat untuk mendapatkan bantuan.[5]

    Iklan

  1. Step 1 Marmot, gopher, dan anjing padang rumput (prairie dog).

    1

    Walaupun jenisnya berbeda, ketiga hewan ini mempunyai liang nan mirip. Ketiganya membangun jaringan luas nan bisa menampung ribuan hewan. Carilah tanaman nan hancur dan petak-petak besar tanah.[6]

    • Geografi: Seluruh AS dan Kanada.
    • Ukuran lubang: 20–30 sentimeter. Lubang buatan gopher biasanya berbentuk kacang.
    • Tanah: Gundukan tanah dan kerikil di sekeliling lubang.
    • Lokasi: Padang rumput. Marmot juga menggali lubang di dekat lumbung alias kebun.
  2. Step 2 Tupai tanah.

    2

    Hewan ini sering disebut “tupai tanah lapis 13” dan membikin lubang nan unik. Carilah tanda putih hewan ini nan unik, banyaknya pintu masuk ke dalam lubang, kerusakan pada produk pertanian, tanaman nan digali, serta tunas tanaman nan patah.[7]

    • Geografi: AS bagian tengah/utara dan Kanada, dan hanya muncul di ketinggian lebih dari 1.800 meter.[8]
    • Ukuran lubang: 5 cm.
    • Tanah: Tanpa gundukan.
    • Lokasi: Di dekat alias di bawah kayu, batu, alias struktur gedung lain.
  3. Step 3 Rakun dan sigung.

    3

    Keduanya suka menggali untuk mencari makanan. Carilah tanah nan baru dibongkar alias digulung nan menandakan bahwa Anda mungkin sedang berhadapan dengan rakun alias sigung.[9]

    • Geografi: Kanada, AS, Amerika Selatan.
    • Ukuran lubang: 8–10 cm, dengan corak kerucut.
    • Tanah: Tanpa gundukan, tetapi mungkin ada tanah nan terbongkar, misalnya lubang nan dangkal alias akar tanaman nan digali.
    • Lokasi: Taman dan laman rumput.
  4. Step 4 Tikus mondok (tikus tanah).

    4

    Tikus mondok sering menimbulkan kerusakan parah ketika mencari cacing alias ulat di dalam tanah. Cobalah juga untuk memeriksa kerusakan di akar tanaman dan taman.[10]

    • Geografi: Eropa, Amerika Utara, dan area beriklim sedang lain, misalnya Taiwan dan Jepang.
    • Ukuran lubang: 30 cm.
    • Tanah: Gundukan berbentuk kerucut, dengan punggung bukit terangkat dan menyebar.
    • Lokasi: Taman dan laman rumput.
  5. Step 5 Tikus padang (vole).

    5

    Jika Anda berprasangka sedang berurusan dengan tikus padang, carilah liang nan mempunyai banyak pintu dan “koridor”, alias jalur penggalian nan digunakan untuk beranjak dari liang ke sumber makanan kegemarannya.[11] Liang tikus padang biasanya diikuti dengan jejak gigitan pada pohon alias dedaunan di dekatnya.

    • Geografi: Amerika Utara, Kepulauan Inggris, Meksiko, dan Asia.
    • Ukuran lubang: 3 sentimeter.
    • Tanah: Tanpa gundukan, tetapi mungkin mempunyai jalan mini dan tersembunyi ke arah lubang.
    • Lokasi: Di taman alias di bawah semak.
  6. Step 6 Tupai.

    6

    Jika di sekitar tempat tinggal Anda ada tupai nan berburu kacang-kacangan dan biji-bijian, Anda bakal mendengar suaranya nan melengking. Jadi, cobalah mendengarkan dengan saksama. Selain lengkingan, periksa juga kerusakan pada tanaman nan mempunyai tangkai lunak, misalnya kembang dan tanaman hias lain.[12]

    • Geografi: Amerika Utara dan Meksiko.
    • Ukuran lubang: 5 cm.
    • Tanah: Tanah nan gembur alias membentuk gundukan.
    • Lokasi: Di bawah alias di dekat tumpukan kayu, tunggul pohon, dan bangunan.
  7. Step 7 Armadillo

    7

    . Armadillo dikenal suka menggali lubang untuk mencari serangga kegemarannya. Hewan ini juga menggali lubang sebagai tempat tinggal. Armadillo juga suka membalik tanah. Jadi, amati apakah ada tanda-tanda ini di laman rumah Anda.[13]

    • Geografi: Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Australia.
    • Ukuran lubang: 18–20 cm, dengan kedalaman 5 meter.
    • Tanah: Tanah dibongkar, dengan alur seperti dibajak.
    • Lokasi: Halaman rumput, taman, bedeng bunga.
  8. Step 8 Tikus comberan (rat).

    8

    Tikus comberan (atau tikus besar) bisa membangun rumah di segala tempat, tetapi juga suka membikin liang di alam liar. Cari kerusakan pada benda-benda pribadi alias penyimpanan makanan, dan kerusakan di struktur gedung kayu.[14]

    • Geografi: Seluruh dunia.
    • Ukuran lubang: 5–8 cm.
    • Tanah: Tanah bergaris alias rata di depan lubang nan digunakan untuk keluar masuk tikus.
    • Lokasi: Hampir di semua tempat.
  9. Step 9 Lebah dan tawon jangkrik (cicada killer).

    9

    Banyak lebah dan tawon nan tinggal di dalam tanah ketika masuk dalam tahap dewasa di siklus kehidupannya. Liang tawon jangkrik biasanya mempunyai alur mini di tanah nan digunakan untuk menyeret jangkrik ke dalam lubang. Perhatikan tanda ini.[15]

    • Geografi: AS Bagian Timur dan Tasmania (tawon jangkrik), di seluruh bumi (lebah).
    • Ukuran lubang: 0,5–3 cm.
    • Tanah: gundukan dengan ukuran 5 cm alias endapan berbentuk huruf U di sekeliling lubang. Lubang tawon jangkrik biasanya mempunyai alur mini nan mengarah ke dalam lubang.
    • Lokasi: Area dengan tumbuhan nan tidak padat alias rumput nan rendah.
  10. Step 10 Udang karang.

    10

    Udang karang mempunyai liang nan paling unik di dalam daftar ini. Carilah gundukan lumpur kecil, alias “cerobong asap” nan mengarah ke dasar sungai. Ini merupakan tanda unik liang milik udang karang.[16]

    • Geografi: Eropa, Amerika Utara, dan Asia Timur.
    • Ukuran lubang: 3 cm.
    • Tanah: Menara nan terbuat dari tumpukan bola lumpur setinggi 5–10 sentimeter dari tanah.
    • Lokasi: Di dekat sungai kecil.

    Iklan

  • Banyak hewan di dalam daftar ini nan garang alias bisa menularkan penyakit (misalnya rabies). Pastikan untuk selalu menggunakan sarung tangan kebun nan kuat ketika Anda menangani lubang. Waspadai juga hewan nan panik ketika Anda mendekati sarangnya.
  • Metode untuk menyingkirkan hewan penggali tanah bakal berbeda-beda, tergantung hewan nan ditangani. Mungkin pembasmian beberapa jenis hewan juga dilarang oleh peraturan di wilayah Anda. Metode terbaik untuk menangani hewan penggali adalah menghubungi profesional. Berkonsultasilah dengan pengawas hewan, petugas penyuluh pertanian, alias lembaga penelitian kampus untuk mendapatkan bantuan.

Iklan

Halaman ini telah diakses sebanyak 416 kali.

Apakah tulisan ini membantu Anda?

Selengkapnya
Sumber wikihow
wikihow