Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Berat (Load Cell) Menggunakan Arduino Uno

Sedang Trending 7 bulan yang lalu
Artikel Terkait Interface Arduino

Arduino Indonesia bakal berbagi tentang Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Berat (Load Cell) Menggunakan Arduino Uno. Sebagai langkah awal, buat mekanis dudukan untuk load cell dan penampang untuk barang nan bakal di ukur beratnya seperti gambar dibawah ini :

Baca Juga :  Sensor Berat (Load Cell) .

Pada proyek ini Arduino bakal membaca berat suatu barang dengan menggunakan sensor load cell. Output dari load cell bakal dikuatkan dulu melalui modul HX711. Hasil akhir dari contoh proyek ini adalah berat nan terukur dalam satuan kilogram bakal ditampilkan pada Serial Monitor. 

Berikut ini adalah Schematics Diagram dari Sensor Berat (Load Cell) Menggunakan Arduino Uno :

Berikut ini adalah Hardware nan dibutuhkan :
1. Arduino Uno R3 >>> BELI DISINI
2. Sensor Berat (Load Cell) >>> BELI DISINI
3. Modul HX711 >>> BELI DISINI
4. Kabel Jumper Secukupnya >>> BELI DISINI

Pada proyek ini terdapat dua program mengenai pemrograman nan kudu dibuat ialah program untuk kalibrasi mengenai pembacaan berat dari sensor load cell dan program untuk membaca berat benda. Namun, sebelum kita melangkah pada bagian pemrograman nan ada silahkan untuk Download Library HX711 >>> KLIK DISINI

Setelah sukses melakukan instalasi library HX711, maka langkah selanjutnya adalah membikin program kalibrasi untuk mencocokkan input dengan output sensor. 

Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Berat (Load Cell) Menggunakan Arduino Uno

Oleh: Arduino Indonesia
Website: www.arduinoindonesia.id
Toko Online: www.workshopelectronics3in1.com
Blog: mycoding.id

Copyright @2020

****************************/

#include "HX711.h"

HX711 scale(3, 2);

float calibration_factor = 1000; // this calibration factor is adjusted according to my load cell
float units;
float ounces;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  Serial.println("HX711 calibration sketch");
  Serial.println("Remove all weight from scale");
  Serial.println("After readings begin, place known weight on scale");
  Serial.println("Press + or a to increase calibration factor");
  Serial.println("Press - or z to decrease calibration factor");

  scale.set_scale();
  scale.tare();  //Reset the scale to 0

  long zero_factor = scale.read_average(); //Get a baseline reading
  Serial.print("Zero factor: "); //This can be used to remove the need to tare the scale. Useful in permanent scale projects.
  Serial.println(zero_factor);
}

void loop()
{
  scale.set_scale(calibration_factor); //Adjust to this calibration factor

  Serial.print("Reading: ");
  units = scale.get_units(), 1;
  if (units < 0)
  {
    units = 0.00;
  }
  Serial.print(units);
  Serial.print(" gram");
  Serial.print(" calibration_factor: ");
  Serial.print(calibration_factor);
  Serial.println();
  delay(1000);

  if(Serial.available())
  {
    char temp = Serial.read();
    if(temp == '+' || temp == 'a')
      calibration_factor += 50;
    else if(temp == '-' || temp == 'z')
      calibration_factor -= 50;
  }
}

Setelah membikin program dan memahami setiap barisnya, maka langkah selanjutnya compile sketch nan telah dibuat dan upload program tersebut ke Arduino. Setelah proses upload selesai, buka serial monitor pada Arduino IDE sehingga nilai mengenai berat nan terbaca dapat terlihat.

Untuk melakukan proses kalibrasi, jangan tempatkan barang apapun diatas penampang sensor. Perhatikan nilai berat nan tampil pada Serial Monitor Arduino IDE, kemudian sesuaikan nilai berat tersebut dengan langkah mengatur nilai dari variabel sampai nilai berat nan tampil pada Serial Monitor Arduino IDE mencapai 0 gram. 

Selain langkah diatas, proses kalibrasi dapat dilakukan dengan langkah menempatkan barang nan sudah kita ketahui beratnya diatas penampang sensor. Kemudian, perhatikan nilai berat nan tampil pada Serial Monitor Arduino IDE, lampau sesuaikan nilai dari berat tersebut dengan langkah mengatur nilai dari variabel sampai nilai berat nan tampil pada Serial Monitor Arduino IDE sesuai dengan berat barang aktual nan sudah kita ketahui. 

Untuk melakukan pengukuran Berat, Berikut ini adalah Code Programnya :

/***************************

Cara Mengakses dan Pemrograman Sensor Berat (Load Cell) Menggunakan Arduino Uno

Oleh: Arduino Indonesia
Website: www.arduinoindonesia.id
Toko Online: www.workshopelectronics3in1.com
Blog: mycoding.id

Copyright @2020

****************************/

#include "HX711.h"

#define DOUT  3
#define CLK  2

HX711 scale;

float calibration_factor = -2380; //Hasil Kalibrasi
float units;

void setup()
{
  Serial.begin(9600);
  scale.begin(DOUT, CLK);
  scale.set_scale();
  scale.tare();  //Reset the scale to 0

  long zero_factor = scale.read_average(); //Get a baseline reading
  Serial.print("Zero factor: "); //This can be used to remove the need to tare the scale. Useful in permanent scale projects.
  Serial.println(zero_factor);
}

void loop()
{
  scale.set_scale(calibration_factor); //Adjust to this calibration factor

  Serial.print("Reading: ");
  units = scale.get_units(), 1;
  if (units < 0)
  {
    units = 0.00;
  }
  Serial.print("Berat: ");
  Serial.print(units);
  Serial.print(" Gram");
  Serial.println();
  delay(1000);
}

Setelah Program diatas di upload, silahkan buka Serial Monitor. Maka, bakal tampil hasil Kondisi nan di inginkan.

Katalog produk arduino, cek dibawah ini.


Rekomendasi Web Hosting

  1. 20rb perbulan. Diskon hingga 40% kode kupon: MCP Daftar disini (apache).
  2. 10rb perbulan. Diskon hingga 75% kode kupon: MCP Daftar disini (litespeed).
  3. 10rb perbulan. Diskon hingga 70% kode kupon: aff-MCP Daftar disini (apache).
Selengkapnya
Sumber Programming dan Teknologi
Programming dan Teknologi