Cara Memompa ASI agar Payudara Ibu Menyusui Tidak Sakit

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Jakarta -

Memompa ASI mungkin tampak mudah tetapi pada praktiknya banyak busui nan mengalami halangan termasuk menimbulkan rasa sakit di puting payudara. Yuk, cari tahu referensi langkah memompa ASI agar tetek ibu menyusui tidak sakit sehingga Bunda lebih nyaman.

Puting sakit merupakan masalah umum pada ibu nan meningkatkan namalain mempertahankan suplai ASI-nya dengan memompa. Rasa sakit ini dapat mengganggu rutinitas Bunda mengASIhi tentunya. Karenanya, perlu penanganan lebih lanjut agar masalah tersebut tak berulang.

Penyebab tetek sakit saat memompa ASI?

Permasalahan umum nan paling banyak dialami ibu ketika mereka memompa ASI adalah pemasangan flensa (corong) nan tidak tepat dan penggunaan pompa ASI nan salah. Puting nan sakit bakal mulai sembuh ketika sumber masalahnya telah teratasi. 


Cobalah untuk memeriksa kembali flensa namalain cerobong nan tidak terpasang dengan betul nan memungkinkan puting jadi sakit saat Bunda memompa ASI. Perlu Bunda tahu bahwa ukuran cerobong dari setiap wanita mungkin berbeda. 

Sebagian besar wanita mungkin memerlukan cerobong dengan ukuran nan lebih besar. Ini dikarenakan ukuran cerobong bakal ditentukan oleh lebar puting susu.

Kemudian, saat puting bergerak maju mundur di dalam cerobong flensa, semestinya ada ruang udara mini di sekitar puting. Jika puting terseret ke dalam terowongan ini saat bergerak maju mundur, puting bakal semakin nyeri.

Jika Bunda mempunyai puting nan sangat sempit, Bunda mungkin memerlukan flensa nan lebih kecil. Jika Bunda menggunakan flensa nan terlalu besar untuk lebar puting, Bunda mungkin memandang jaringan tetek Bunda mulai tertarik ke dalam terowongan. Areola Bunda (bagian gelap tetek nan mengelilingi puting susu) bakal teriritasi. Inilah nan kemudian menyebabkan rasa sakit muncul.

Sangat direkomendasikan juga untuk menggunakan pompa ASI kelas rumah sakit nan dapat membantu persediaan ASI lebih maksimal dan membikin kenyamanan pada Bunda ketika memompa ASI. Segera konsultasikan dengan master namalain konselor laktasi jika Bunda mempunyai masalah dengan kondisi nan dialami.

Kemudian, tingkatkan isapan pompa ASI secara berjenjang setelah tetek mulai mengeluarkan ASI. Jika pemompaan terasa sakit, turunkan daya isapnya sedikit. Penyedotan nan berlebihan dapat melukai ujung puting Bunda. Dan, rasa sakit saat memompa juga dapat mengganggu pelepasan ASI seperti dikutip dari laman Childrenmsn.

Infografis 6 Penyebab Puting Payudara Nyeri Saat Pertama Kali Menyusui6 Penyebab Puting Payudara Nyeri Saat Pertama Kali Menyusui/ Foto: HaiBunda/Novita Rizki

Bagaimana langkah memompa ASI agar tetek tidak sakit?

Mengetahui langkah memompa ASI nan betul dapat membantu proses pemompaan lebih nyaman dan menghindarkannya dari akibat puting sakit dan lecet. Berikut ini beberapa langkah nan bisa dilakukan ya, Bunda:

1. Cuci tangan hingga bersih dengan sabun dan air mengalir sebelum memulai memompa ASI.
2. Bersantai dan temukan tempat nan nyaman dan tenang untuk duduk serta rileks sebanyak mungkin. Tarik napas dalam-dalam, lakukan meditasi lima menit dan lakukan peregangan yoga.
3. Pijat tetek nan lembut namalain kompres hangat nan dapat membikin tetek siap untuk dipompa seperti dikutip dari laman Whattoexpect.
4. Pegang bayi erat-erat secara langsung namalain dalam imajinasi. Jika bayi berada di dekatnya, pelukan singkat dapat membantu melancarkannya. Jika jauh dari rumah, lihatlah foto bayi, dengarkan rekaman suaranya, namalain pejamkan mata dan bayangkan aroma Si Kecil, serta bayangkan dalam pelukan Bunda serta wajahnya nan sedang menyusui tampak bahagia.
5. Basahi flensa dengan air untuk membantu memastikan segel nan baik.
6. Tempatkan tetek di tengah flensa sebelum menghidupkan pompa ASI.
7. Kebanyakan pompa elektrik bakal dimulai dengan fase pelepasan, semburan isapan nan lebih pendek dan lebih sigap meniru isapan awal nan dilakukan bayi untuk merangsang pelepasan. Diperlukan waktu beberapa menit sampai terjadi penurunan dan sebelum itu Bunda hanya hanya mendapatkan setetes susu saja. Setelah beberapa menit, pompa bakal beranjak ke mode reguler.
8. Jangan pasang ke tingkat isapan tertinggi. Sebaiknya, mulailah dengan mode isapan rendah dan meningkatkannya saat ASI mulai mengalir (tetapi hanya sampai tingkat kenyamanan Bunda tercapai sehingga memompa tidak bakal menimbulkan rasa sakit mengingat isapan nan lebih tinggi tidak berfaedah ASI lebih banyak

Untuk menambah pasokan ASI secara maksimal, pompalah di sela-sela menyusui saat Bunda berdampingan bayi kurang lebih 2-3 jam sekali. Jika Bunda memompa ASI di tempat kerja untuk menggantikan waktu menyusui nan terlewat, cobalah untuk memompa ASI pada agenda nan sama dengan waktu menyusui bayi di rumah sehingga persediaan ASI tetap kuat dan selaras dengan kebutuhan bayi.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya
Sumber Info Kesehatan Kincaimedia
Info Kesehatan Kincaimedia