Bakal Hadir Alat KB untuk Pria Berbentuk Gel, Cukup Dioles di Punggung

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta -

Bagi para pasangan suami istri nan tak mau menambah anak, biasanya mereka bakal condong menggunakan perangkat kontrasepsi. Seperti nan telah Bunda ketahui, perangkat kontrasepsi tersebut berfaedah untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Sebenarnya, perangkat kontrasepsi tersebut dapat digunakan baik pada Bunda maupun Ayah. Namun, sering kali terjadi kasus Bunda nan mengalah untuk melakukan kontrasepsi tersebut.

Alat kontrasepsi itu sendiri juga terbagi lagi jenisnya lho. Terdapat perangkat kontrasepsi nan bekerja secara sementara dan terdapat juga nan berbudi pekerti permanen. Bagi Ayah sendiri, prosedur kontrasepsi nan dapat dilakukan adalah prosedur vasektomi.


Namun, apakah Bunda dan Ayah tahu? Sebentar lagi bakal datang lho perangkat kontrasepsi bagi laki-laki dalam corak gel. Yuk, simak terus untuk mengetahui informasinya lebih lanjut. 

Mengenal perangkat KB berbentuk gel

Alat kontrasepsi terbaru nan dapat digunakan oleh para Ayah ini muncul dalam corak gel. Bila mau menggunakannya, Ayah cukup perlu mengoleskan gel hormonal tersebut ke area punggung sebanyak satu kali setiap harinya. Seiring berjalannya waktu, gel tersebut semestinya dapat menghalang produksi sperma di testis.  

Alat kontrasepsi berbentuk gel ini pertama kali dikembangkan oleh National Institutes of Health dan Population Council. Di dalam gel tersebut, terdapat hormon buatan nan disebut juga dengan nestorone.

Hormon nestorone tersebut merupakan campuran dari hormon progestin dan testosteron nan terdapat pada setiap laki-laki. Melansir dari NBC News,  hormon nestorone ini juga sudah digunakan dalam perangkat kontrasepsi cincin vagina. 

Mungkin, Ayah nan tertarik dengan gel ini dapat merasa resah namalain khawatir. Sebab, seperti nan telah dijelaskan sebelumnya hormon nestorone tersebut bakal menghalang produksi testosteron serta perkembangan sperma di dalam testis. Tak hanya itu, testosteron pun mempunyai beragam kegunaan bagi tubuh. Misalnya seperti memelihara otot dan libido dalam tubuh. 

Akan tetapi, tak usah resah ya. Sebab, hormon nan tedapat di dalam gel tersebut sudah menggantikan jumlah hormon progesteron nan cukup banyak. Sehingga, Ayah dapat tetap terjaga kesehatannya dan libido juga tidak bakal terpengaruh.  

Perlu Bunda dan Ayah ketahui bahwa jumlah sperma nan normal pada umumnya mulai dari nomor 15 hingga 200 juta per mililiter air mani. Bila jumlah sperma kurang dari 1 juta per mililiter, maka jumlah tersebut sudah cukup rendah untuk mencegah kehamilan. 

Dalam uji klinis nan dilakukan oleh para peneliti, sebanyak 86 persen laki-laki mencapai jumlah sperma nan rendah setelah 15 minggu menggunakan gel. Bagi beberapa orang, gel nan satu ini dapat bekerja lebih sigap lho. Alat kontrasepsi nan satu ini apalagi bisa menekan produksi sperma dalam waktu empat hingga delapan minggu.

“Kami sangat ceria dengan hasilnya. Kombinasi ini tampaknya memberikan penekanan nan lebih baik dan lebih sigap dari nan kami perkirakan,” ujar Diana Blithe, kepala bagian NIH’s National Institute of Child Health and Human Development, dikutip dari CNN.

Telah lama melalui uji coba 

Tahukah Bunda? Ternyata, gel kontrasepsi ini sudah melalui beragam uji coba sejak tahun 2005 lho. Setelah para peneliti sudah mencoba acapkali merumuskan dan menyempurnakan dosis dan konsentrasi gel tersebut, mereka kali ini sudah percaya atas hasil penelitiannya. 

Alat kontrasepsi nan sebelumnya terbatas bagi laki-laki seperti kondom namalain prosedur vasektomi, sekarang dapat mempunyai pengganti baru berupa gel hormonal. Menurut para peneliti, penelitian nan menyantap waktu hingga puluhan tahun tersebut bukanlah lantaran tidak terdapat potensi. 

Akan tetapi, para peneliti mengaku belum tersedia biaya namalain investasi finansial nan cukup untuk menyelesaikan uji coba lanjutan nan mahal tersebut pada manusia. 

“Kami telah mendorong penggunaan kontrasepsi hormonal laki-laki selama 50 tahun, namun biaya nan tersedia tidak cukup untuk mendorong uji coba fase 3 nan sangat besar,” jelas Daniel Johnston, kepala National Institute of Child Health and Human Cabang Penelitian Kontrasepsi.

Jika perangkat kontrasepsi tersebut pada akhirnya mendapat persetujuan dari The United States Food and Drug Administration (FDA), Daniel Johnston percaya bahwa perusahaan farmasi dan penanammodal industri nantinya dapat memberikan lebih banyak sumber daya untuk perangkat kontrasepsi namalain produk lainnya.

Belum terbukti miliki pengaruh samping 

Salah satu perihal nan mungkin dapat menjadi kekhawatiran Ayah saat menggunakan perangkat kontrasepsi ini adalah pengaruh samping setelah penggunaannya. Akan tetapi, para peneliti nan melakukan uji coba tersebut mengatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya pengaruh samping seperti perubahan suasana hati namalain timbul rasa depresi pada laki-laki. 

“Dapat saya katakan bahwa hanya terdapat sedikit orang nan mengalami perubahan suasana hati nan tidak mereka sukai, namun itu adalah jumlah nan relatif kecil. Dan kami sebenarnya terkejut dengan sungguh sedikitnya jumlah tersebut,” tutur Diana Blithe.

Lebih lanjut, Blithe mengatakan perihal itu terjadi lantaran hormon-hormon tersebut diserap pada tingkat kecepatan nan berbeda-beda saat disuntikkan.

Dengan corak gel, konsentrasi hormon tampaknya menumpuk di kulit dan membentuk persediaan nan melepaskan hormon secara lebih lambat.

Itulah info mengenai perangkat kontrasepsi bagi Ayah nan sejenak lagi bakal datang dalam corak gel. Semoga informasinya berfaedah ya.

Bagi Bunda nan mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya
Sumber Info Kesehatan Kincaimedia
Info Kesehatan Kincaimedia